
on http://www.erik-supit.co.cc/
agaimana mengartikan pergantian tahun jika selang gulirnya hari saja kita tak sadar ? Saya kembali terhenyak. Di Jakarta ini waktu berlari seperti angin, tak tampak dan misterius. Orang-orang berduyun mengais nafkah mulai pagi buta. Berdesak-desakan diantara kerumun lalu lintas kota yang sibuk. Melintas di jalan-jalan padat dan berseliweran tak sabar menunggu lampu merah berganti hijau. Dan kita semua tak sadar, bahwa ketika melakukan itu detik yang bertambah semakin tak teraba dan maya.
Apa arti pergantian tahun jika perhitungan waktu saja kita sering lupa ? Alangkah naifnya kita, ketika menyembul dari aktifitas sehari-sehari dan terkejut mendapati hari telah turun senja. Padahal baru beberapa waktu yang lalu kita menyaksikan matahari garang membakar aspal yang makin kikis. Dari puncak gedung yang diam, kita melihat horizon berwarna karamel. Dan menyaksikan jalanan itu tak pernah berhenti keriuhannya. Lalu dimanakah kita sekarang, saat waktu melaju tanpa rem lagi.
Apa arti pergantian tahun, jika kita tak sadar bahwa umur kita makin bertambah ? Dimalam-malam yang lelah kita tertelungkup sejenak untuk meletakkan rasa penat yang mendesak. Kita berharap larut tak segera mengendap, seraya mendesis supaya pagi jangan hadir terlalu cepat. Kita menghendaki hening yang panjang, sekedar meluruskan kaki atau membuang jauh-jauh pikiran-pikiran buruk yang menempel di batok kepala. Dan saat akan terlelap, adzan subuh melengking menghujam nurani.
Apa arti pergantian tahun, jika akhirnya kita sadar bahwa waktu kita tinggal sedikit ? Saya selalu berharap bahwa keseharian saya bisa dijalani tanpa rasa bosan yang akut. Meski sering gagal bertempur dengan jenuh dan seakan ingin memutar waktu kembali, hingga akhirnya dapat mengulangi segalanya menjadi lebih baik. Dan begitulah penyesalan selalu di akhir dan perenungan senantiasa menguak persoalan.
Dan apa arti pergantian tahun ini ? selain perubahan angka dari 2008 ke 2009. Apakah hidup seperti yang filosofi jawa sebut “mung sakdermo nglampahi” ? atau memang perlintasan yang tak berbatas. Saya teringat orang-orang yang dekat dan saya cintai. Lantas berapa lama lagi kemesraan ini akan berjalan ? sementara tahun telah menjelma.
Tak ada yang benar-benar pasti kecuali perubahan itu. Dan di 2009, kembali doa-doa merebak, memohon perbaikan atas segala hal. Dan saya , tak ubahnya seperti yang lain, mulai melepas kalender yang ada di dinding sambil berharap, semoga kelak bisa menaklukkan waktu.
yuswa = umur. menaklukkan waktu ? masih filsafatis juga hehehehhehehehehehe saya tynggu diskusinya di jogja mas.