Katepe

Setiap kali hendak meninggalkan Jakarta, saya dihadapkan pada sebuah pernyataan, “saatnya meninggalkan Indonesia !”. Ini bukan catatan tentang perjalanan ke manca negara, saya hanya akan kembali memasuki rimba sumatera dan berdiam sementara waktu disana. Dan di kampung pedalaman tanah andalas itu, nyaris ada satu benda yang begitu dicari di Jakarta, tapi tak berguna lagi disana. Benda itu disebut KTP.

Bukan bermaksud melecehkan, tapi KTP di kampung saya memang hampir tak berfungsi. Orang-orang mengantri di kantor kecamatan untuk membuat perangkat identitas itu, sepertinya hanya demi formalitas. Setiap kali dirasa habis masa berlakunya, mereka berduyun-duyun untuk mendapatkan lembaran itu kemudian pulang dengan senyuman dan meletakkannya di almari pada tumpukan baju paling bawah. Begitu setiap tahunnya. Saya sering bertanya-tanya sendiri, seberapa pentingkah barang itu ?

Bagi yang tinggal atau pernah hidup di Jakarta, KTP adalah sesuatu yang diburu. Entah kenapa kartu kecil itu begitu istimewa. Seperti ada momok yang betengger di depan mata jika belum mendapatkannya. Saya sering geli ketika mendengar cerita beberapa teman yang begitu susahnya mendapatkan benda tersebut. Hingga ada yang nekad menyuap ketua RT agar masa pembuatan KTP nya dipersingkat.

Padahal, ketika barang itu ada, kegunaannya pun tak lebih hebat ketimbang kartu nama atau kartu ATM. Sudah bisa didaftar, kapan KTP itu akan keluar dari dompet dan berpindah tempat. Seperti, menjadi agunan identitas ketika masuk kesebuah gedung, registrasi kartu kredit yang jarang dipakai, lampiran proses melamar pekerjaan, atau sebagai sarana mendapatkan kartu pemilih sewaktu pemilu, Itupun hanya untuk tak seberapa lama, yang kemudian kembali berjejal dengan onggokan kertas dan benda lain hingga membusuk.

Saya membayangkan tentang KTP yang lebih meningkat kegunaannya di banding semua itu. Nomor identitas yang tak hanya deretan angka acak, tapi juga bisa dipergunakan sebagai akses pemindai digital untuk surat-surat berharga lainnya. Tulisan perkerjaan yang ada didalamnya pun bisa dipertanggung jawabkan dan bukan hiasan semata. Selama saya memiliki KTP, hanya ada beberapa jenis pekerjaan yang tertera, Pelajar-ketika sekolah, Mahasiswa, sewaktu kuliah dan Wiraswasta – yang tertulis sekarang. Sementara Pak RT sendiri atau Pak Lurah sekalipun tak tahu dengan pasti apa perkejaan saya sesungguhnya. Sehingga ketika ada orang yang berprofesi teroris, hampir dipastikan akan ditulis sebagai wiraswasta. Yang saya tergelitik untuk selalu bertanya kepada ketua RT adalah, bagaimana cara dia tahu salah satu warganya teroris atau bukan, politisi atau pemain sinetron, petugas parkir atau pengurus partai koalisi ?

Saya kurang tahu jika seorang yang “tidak atau belum mempunyai Pekerjaan, ditulis sebagai apa di kartunya. Barangkali karena dinegeri ini jaminan sosial belum berlaku, sehingga jenis pekerjaan seseorang tak perlu di klarifikasi lebih lanjut, sebab tak berimbas apapun terhadap kegiatan administratif negara.

Dan masih banyak lagi hal-hal yang tak begitu efektif terhadap fungsi KTP.

Sebagai orang yang sering berpergian, saya merasakan betul, seberapa sering kartu ajaib tersebut keluar dari dompet, paling hanya ketika saya check-in di lobi hotel. Karena di bandara atau di biro perjalanan saya tak harus menunjukkannya. Saat bertemu dengan klien sekalipun saya tak musti menyodorkannya. Saya tinggal bilang saja kalau saya tinggal di daerah A dan pekerjaan saya adalah B. Dan saya pikir klien akan lebih percaya itu daripada barisan huruf tentang alamat dan pekerjaan yang ada di KTP.

Karena itulah, setiap kali saya menaiki tangga pesawat dan siap menuju tengah hutan, saya membatin, saatnya untuk keluar dari wilayah kewarganegaraan Indonesia. Sebab di kampung saya, KTP – yang menjelaskan identitas kewarganegaraan itu – hanya akan terselip di lemari kamar atau teronggok dalam laci, menunggu masa aktif habis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s