Logika

Lebar sempitnya logika manusia, ditentukan oleh kepenguasaan bahasa. Daya interpretasi atas suatu hal, membutuhkan tinjauan tafsir. Melalui bahasa itulah, lukaran-lukaran substansi bisa di bedah. Sayangnya, bahasa Indonesia makin melepaskan diri dari sokongan bahasa pendukungnya.Sedang, bahasa-bahasa tersebut adalah pisau penjelas yang paling gamblang untuk mengerti kahanan yang berdekatan dengan para penggunanya.

Orang sudah terlanjur dibentuk logikanya lewat bahasa Inggris. Bahasa baru yang sempit, ringkas dan tidak detil. Akibatnya, orang yang hidup di ruang kompleks seperti Indonesia, mudah kaget. Gampang capek dengan kerumitan. Membenci mitos, mendengki mistik, memuja habis-habisan sains. Padahal, dalam kesadaran nusantara, ketiganya justru utuh jadi satu bagian. Mitos dibongkar jadi mistik, mistik dikupas jadilah sains. Dan panci pemasaknya bernama bahasa, sebagai alat pokok penelitian dan pengamatan. Sayangnya, bahasa-bahasa itu, sudah terlanjur di bakar jadi abu, dalam tungku modernitas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s