Pengetahuan

Apa yang didapat dari buku-buku, obrolan dan sejumlah media pelontar wacana itu, disebut sebagai pengetahuan. Sedang yang disebut ilmu, adalah ketika sistem pengetahuan itu telah terterap pada sekian masalah yang dihadapi seseorang. Ilmu merupakan pengetahun yang telah terverifikasi pengalaman. Maka menumpuk pengetahuan, tak secara otomatis menambah ilmu. Sangat mungkin, pengetahuan yang dilahap sembarangan, menyesak dalam otak, hanya akan menjadi sampah intelejensi. Membatu hama layaknya bad sector pada hardisk komputer.

Sebanyak apapun pengetahuan yang dimiliki manusia, hanya secuil yang digunakannya untuk mengatasi masalah. Sedang selebihnya? Akan menjadi gumpal karat pembangun ilusi, penggerogot metabolisme logika dan perasaan. Bahkan pengetahuan yang sudah menjelma menjadi ilmupun berpotensi jadi virus. Bila tidak menyehatkan cara berpikir, jika tidak menyuburkan sinkronisasi kinerja antara rasionalitas dan sensibilitas. Efisiensi penyerapan pengetahuan, pengukuran sesuai kebutuhan dan pengambilan nilai dari setiap aplikasinya itulah yang dijuluki dengan berakal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s