Perspektif

Kehidupan adalah adegan besar, dimana orang-orang mengira bahwa dirinya bisa memilih jalur-jalur hidupnya sendiri. Mampu menghasilkan atau melepaskan sesuatu, sebagai akibat dari pilihannya tersebut. Padahal, itu hanya “seakan-akan”. Ada sebuah mekanisme besar, yang bekerja simultan, sehingga menuntunnya menuju arah tertentu. Tak mampu ditolak, apalagi ditawar.

Manusia boleh GR, dengan merasa dirinya memiliki “Freewill”. Meski sesungguhnya tidak begitu. Layaknya cara kerja lensa kamera. Bila orang melihat segala sesuatunya secara “zoom in”, dia akan merasa bahwa perolehan kehidupan, seakan-akan adalah hasil dari pilihan-pilihannya. Namun sebaliknya, jika meneropongnya menggunakan “zoom out”, maka dia akan tahu, bahwa ini semua adalah sebuah desain.

Sayangnya, orang cenderung menghindar untuk menggunakan perspektif ganda tadi. Tak mau merasa kalah, dengan mengetahui bahwa ternyata, dirinya sungguh tak mampu apa-apa. Cuma lakon yang digerakkan skenario rumit, pada panggung teater yang luas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s