Ancaman

Perjuangan, dilecut dari semangat manusia untuk melengkapi apa-apa yang kurang pada diri dan lingkungannya. Sedang bila upaya pelengkapan itu melebihi kebutuhan, maka lahirlah keserakahan. Persoalannya, tak mudah memahami takaran kecukupan kebutuhan. Ukurannya seakan-akan selalu berubah tak tentu.

Kontrol kuat yang bisa mengembalikan kesadaran tentang rasa “cukup” adalah “ancaman”. Baik yang berkenaan dengan fisik maupun psikologis. Pada akhirnya, apa yang disebut sebagai ancaman adalah kawan sekaligus lawan terdekat manusia. Dia memacu untuk bergerak, juga melumpuhkan bila berlebihan. Pemantik keberanian, juga pemicu kepasrahan. Sayangnya, konten dari ancaman, selalu bernuansa tak enak. Wajar, apabila banyak yang membencinya. Seperti kuda dan cambuk. Hewan itu, membutuhkan suara lecutan untuk bisa berlari sesuai irama keteraturan. Meskipun bising, menakutkan, dan berpotensi melukai.

Kedekatan manusia dengan faktor “ancaman”, menyiratkan kesimpulan, bahwa manusia memang makhluk yang senang melebihi batas. Maka, agar keteraturan terwujud, supaya tidak chaos, manusia perlu dibatasi dengan ancaman-ancaman.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s