Balonku

Perhatikan saja, bahkan lagu balonku yang digubah oleh A.T.Mahmud itu, sudah bisa dijadikan cermin, mengenai ketangguhan bangsa Indonesia. Jika dicermati jeli, susah membedakan, apakah itu lagu tentang kegembiraan atau kesedihan. Nadanya riang, tapi syairnya bercerita mengenai pahitnya rasa kehilangan. Paradoks yang tetap disikapi dengan keceriaan. “Meletus balon hijau (dor), hatiku sangat kacau…”, dibagian lirik itu, tentang suasana batin yang sedang buyar, penyanyi tetap melantunkan dengan irama berderap yang semangat.

Hal yang serupa juga membekali bangsa ini. Dalam penderitaan, kecurangan yang kentara, kesilangsengkarutan nasib, penindasan kawan seiring, orang tetap bisa cengengesan. Mampu guyon di tengah kesulitan yang melilit. Saya pikir, sungguh sulit menghancurkan bangsa yang memiliki karakter begini. Kekuatannya berlimpah, ketangguhannya berlapis. Meski memiliki kelengkapan komponen lahir dan batin seperti itupun, masih ada saja yang kehilangan kepercayaan dirinya. Meninggalkan jawanya, sundanya, bataknya, bugisnya, maduranya dan garis-garis keturunan serupanya.Padahal, dari kekokohan akar-akar bangsa tersebutlah, mentalistas tahan banting itu lahir. Sehingga Indonesia masih ada sampai ini. Meskipun carut-marut, tapi penghuninya masih bisa tegar berujar “Bangun pagi, mari ngopi. Gusti Mboten Sare

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s