Zaman

Inilah zaman ketika informasi begitu murah, medianya sedemikian banyak, tapi “makna” menjadi hal yang teramat mahal. Orang mendapat kekayaan konten informasi, namun miskin serapan substansi. Reduksi media atas informasi yang disampaikan juga kian besar. Alhasil, susah untuk merengkuh kebenaran yang relatif utuh dari ceceran informasi tersebut. Bombardir informasi, memang tidak memberi kesempatan untuk hidupnya akal sehat.

Kebanyakan media hadir bukan lagi sebagai penyaji fakta-fakta atau presentator gagasan multidimensi. Tapi lebih terlihat layaknya penjaja eforia dan agitator kepentingan sepihak. Dengan intensif, mereka menebar aroma fanatis yang menumpulkan analisa seraya mengajak merayakan kepicikan secara beramai-ramai. Akibatnya, orang gampang marah, kecewa atau mudah terlampau girang bila merespon kabar dari media massa. Tak sedikit dari kalangan yang disebut kaum cerdik cendikia atawa intelektual, yang tergelincir pula karenanya. Dalam waktu singkat, mereka berubah. Bukan lagi sebagai pemikir yang mengedepankan obyektifitas, kebugaran logika dan kelengkapan data, namun beralih menjadi fans-fans pemuja idola yang dikerubung paranoia. Wolak-waliking zaman.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s