Kemenangan

Kemenangan dan kekalahan bukanlah hasil hakiki dari sebuah perjuangan. Keduanya hanya berlaku sebagai jenjang sementara yang dijelang manusia dalam proses hidup. Serupa babak-babak dalam pagelaran sandiwara, kemenangan dan kekalahan adalah adegan-adegan yang niscaya ada untuk dimainkan. Apa yang justru disebut sebagai hasil adalah : kesetiaan terhadap nilai yang diperjuangkan itu. Kesetiaan yang harus terus diuji dan diasah, supaya bisa tangguh serta tajam, lewat kisah-kisah kemenangan atau bahkan kekalahan.

Puasa kemarin, adalah sarana untuk melatih kesetiaan tersebut. Menjaga kepatuhan perilaku agar manusia tak melanggar batas-batas kepatutan akhlak, baik kepada Allah maupun manusia lain. Hasrat-hasrat yang diluar batas yang telah ditentukan, harus dikalahkan. Sedang Idul Fitri adalah gerbang, tempat manusia merayakan keberhasilannya, dalam bersetia dengan nilai kebenaran, dengan menundukkan dirinya sendiri. Lantas bersiap untuk memasuki periode pertandingan berikutnya.

Kemenangan kali ini adalah bayaran atas kekalahan tempo hari, atau bisa jadi, bekal untuk lebih tangguh dalam menghadapi kekalahan dimasa depan. Sebagai ujian : seberapa setia kita kepada nilai-nilai kebenaran yang diyakini. Sugeng riyadi, selamat hari raya, mari berbahagia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s