Kecut

Menggugat ide dan proses kerja itu mudah. Bahkan mengasyikkan. Tarafnya mungkin setara dengan kelezatan bergunjing. Tapi menawarkan gagasan cadangan sambil merintis solusi itu sulit, juga membutuhkan energi besar. Barangkali, itu kenapa tak sedikit orang memilih yang pertama.

Sebab orang lebih suka yang ringan-ringan tetapi mengharap dampak yang besar. Minimal bisa dianggap pintar dan cerdas oleh orang lain. Misalnya, membahas kasus kelaparan sambil menikmati hidangan makan siang. Atau, menganjurkan sesuatu lewat kutipan-kutipan bijak, yang nasehat itu nyaris tidak pernah dilakukan oleh si penyebar. Mengusulkan ini dan itu tapi enggan mengerjakan dan menanggung konsekuensi atas usulan itu.

Namun begitulah salah satu rumus menjadi pengecut. Menggugat segala hal sambil tidak mengerjakan apapun. Jadilah pemalas yang pedas, kritikus nganggur yang sinis lagi cerewet, untuk bisa menguasai rumus tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s