Bijak

Pesawat itu oleng dan bergetar hebat. Para penumpang memekik dengan hamburan doa-doa. Anak-anak merengek, beberapa bayi menangis. Suara gemuruh di kabin campur baur dengan lengkingan yang entah sumbernya. Panik tak karuan. Termasuk saya yang digempur risau. Pada keadaan gawat, sikap tenang adalah kemewahan yang susah digapai. Di luar, langit gelap diselingi sambaran petir. Bertubi-tubi, menegakkan bulu kuduk. Tetesan embun mengalir acak, saling-silang menyusuri kaca jendela yang buram. Seram!

Kurang lebih tiga menit kemudian, goncangan usai. Bagi yang mengalami, kemelut tersebut terasa lebih lama. Hingga kapal terbang mendarat di bandara tujuan, degup keresahan belum bisa lepas sepenuhnya dari benak.

Kejadian tadi, tidak hanya membuat nyali runtuh. Lebih dari itu, segala harapan yang neko-neko juga kontan lumpuh. Keinginan yang membayang cuma satu, yaitu lepas dari bahaya. Sebab maut dan segala kemungkinan-kemungkinan yang menyesakkan dada, sudah menggertak di depan mata.

Mungkin hanya segelintir orang yang tetap adem dan tidak terseret kecemasan pada kegentingan serupa itu. Mereka yang telah akrab dengan situasi darurat, hingga mampu berlaku bijak dalam menerima segala keniscayaan. Taraf kayakinannya pada ketentuan hidup dan mati, diatas rata-rata. Summa cumlaude! Bagi golongan ini, kepasrahan tidak sama dengan putus asa.

Sayangnya, derajat setingkat itu sungguh sukar digenggam. Lagipula, bukankah krisis selalu menyebalkan? Tidak ada yang enak saat berada di moncong ancaman. Barangkali, itulah kenapa, kebijaksanaan sejati tidak lahir dari keadaan yang nyaman dan biasa-biasa saja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s