Gosip

Desas-desus beredar seperti wabah. Halus dan misterius. Apalagi di masa sekarang, saat warta begitu mudah dibagi. Tinggal seketik dua ketik, topik kasak-kusuk enteng diluncurkan. Menempel di dinding-dinding media sosial internet dan tersiar melalui pesan-pesan singkat telepon seluler. Ribuan mata lantas lahap mengudap. Mendiskusikannya dengan serius, seakan-akan itulah hal terpenting dalam hidup. Luar biasa!

Televisi menayangkan berulang-ulang. Kupas tuntas hingga penonton teryakinkan, bahwa yang mereka saksikan di layar kaca adalah kebenaran tulen. Mblenger! Koran-koran turut melansir. Supaya aman dan tidak dituduh menyebar kabar burung, maka judul beritanya mesti diakhiri tanda tanya, “Si anu melakukan anu?”. Gosip memang ajaib. Bisa mlungsungi tanpa harus bertapa. Cukup dibiarkan berkeliaran, berubahlah tampilannya!

Kalau ada orang yang selo dan begitu memperhatikan fenomena ini, maka dia adalah Jeannette Walls. Penulis tersebut merunut sejarah “Bisik-bisik tetangga”, dari zaman baheula sampai menjadi bahan bakar industri media. Lumayan gurih. Setidaknya, mengajak orang untuk menelisik “How gossip became the news and the news became just another show”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s