Grup

Sederet nomor asing menyeret saya masuk ke satu grup whatsapp yang optimistik. Sama sekali tanpa permisi. Tak ada satupun anggota yang saya kenal. Hampir tiap jam muncul kiriman tulisan yang berisi nasehat “cara cepat menjadi kaya raya”, lengkap dengan petikan ayat suci. Ceramah-ceramah panjang yang berujung jualan “jalan pintas pengubah kemiskinan” datang sesekali. “Baca ini untuk mendapat itu. Amalkan ini agar berhasil memiliki itu”. Jaminan kepastian kabul terserta di belakangnya, berikut jabaran sanksi pedih apabila tidak merutinkan.

Akun-akun itu berlaku bak asisten Tuhan, yang tahu betul apa mauNya. Pendeknya, mereka berkutat dengan topik “urusan dengan Tuhan hanyalah soal laba finansial belaka”. Bila untung disebutnya rezeki, jika rugi dibilangnya hukuman nista. Biner dan naif. Rasanya, Indonesia akan baik-baik saja selama kelompok semacam ini gagah beredar. Setidaknya, masih ada yang sempat bikin lelucon, dengan menganggap Tuhan setara bank, dealer mobil atau koperasi simpan pinjam.

Demi kedamaian umat beragama, atas nama demokrasi yang menjunjung kebebasan nggambleh sekonyol-konyolnya dan untuk mendukung kampanye hemat energi batere, maka saya memutuskan keluar. Pun tanpa permisi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s