Ponsel

ponsel2
Sesaat setelah pesawat mendarat, saya baru sadar — sesadar-sadarnya — betapa berartinya ponsel bagi kehidupan sejumlah umat manusia. Laju kapal terbang yang menyusur aspal bandara belum lagi berhenti, tapi bebunyian khas ponsel dinyalakan, sudah sahut menyahut dari berbagai penjuru kabin. Sekian orang tak sabar untuk melihat layar gawainya benderang. Terburu-buru membaca pesan-pesan yang menyerbu atau mengetik deretan kalimat untuk dikirim secepatnya. Jangan sampai ada satu notifikasipun yang tidak ditanggapi. Sungguh sibuk. “Oh, ponselku, abaikan peringatan pramugari-pramugari itu! Aku tidak boleh bersantai, kau juga tidak layak menganggur. Sesuatu harus dikerjakan begitu roda burung besi ini menginjak bumi. Hidup tak boleh disia-siakan barang sedetikpun. Oh Ponselku…”

Sesaat setelah pesawat benar-benar berhenti, saya baru sadar — semelek-meleknya — betapa pentingnya menelepon dan berkirim berita bagi sebagian penumpang kapal terbang, meski barisan keluar kabin sedemikian sesak dan menyebalkan. Biarpun suara-suara saat menelepon itu mengganggu penumpang lain hingga keasyikannya bercakap membuat lambat gerak antrian, peduli setan! “Saya pekerja keras. Banyak urusan yang harus disegerakan. Sedang penumpang lain, hanyalah para pelancong yang tak sesibuk saya! Seseorang di luar sana harus segera dikabari. Tidak boleh terlambat. Menunggu hingga sampai terminal, sama artinya dengan pemborosan waktu. Mubadzir tak alang kepalang!”

Sesaat setelah memasuki terminal bandara, saya baru sadar — semisuh-misuhnya — bahwa kejadian di dalam kabin tadi, jangan-jangan, memang sudah dilumrahkan. Seakan-akan, ponsel adalah nyawa kedua, yang harus dielus dan diperiksa meski keadaan belum memungkinkan. Urusan yang terkait dengan ponsel lebih penting ketimbang tetek-bengek aba-aba keselamatan.

Sesaat setelah berkutat dengan kesinisan — sedobol-dobolnya — sejerit suara dari dalam batin saya, lantang menghardik “Diam Alien! Jangan banyak cingcong! Protes wae penggaweanmu! Segera cari bus, lalu tidur! Cerewet!”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s