Badut

Mereka berdebat, ngotot, berseteru, memilih jajaran badut yang dipajang panitia di panggung. Ya, para badut yang disuguhkan sekelompok juragan, dengan duit tak bernomor seri untuk membiayai pertunjukkan! “Ini menentukan nasib kita ke depan!” Pekik salah satunya. “Ayo, jangan abai. Kitalah pemegang kedaulatan!” timpal yang lain. Sek, Mas. Aku durung mbayar cicilan kendaraan je…” Keluh seseorang di sudut perhelatan seraya bergegas hengkang.

Setelah keluar hasil undian, badut mana yang terhebat, mereka pulang, untuk kembali datang ke acara serupa lima tahun berikutnya. Tetap dengan memanggul kekecewaan yang sama dan rasa tertipu yang tak beda. Ajaibnya, mereka terus mengulangi perilaku tersebut. Tidak kapok diperdaya, tidak jera dibohongi.

Peribahasa “jangan jatuh ke lubang yang sama dua kali” memang hanya berlaku untuk hewan. Sedang buat mereka? Berkali-kali terperosok pun tak mengapa. Sungguh pakar di bidang kejatuhan. Bahkan keledai pun tak mampu menandinginya.

*) Gambar Ilustrasi pernah dimuat dalam poster publikasi acara Kenduri Cinta Jakarta, September 2016.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s