Sindir

​Bukan hal gampang untuk menyindir dengan kalimat nan rapi namun menohok. Mark Twain adalah satu dari sedikit orang yang pandai melakukan itu. Sejumlah pihak menyebutnya sebagai si sinis yang kacau. Beberapa yang lain menjulukinya peternak sarkasme. Tapi Mark Twain hanyalah seorang pembidik sasaran yang jitu lagi jenaka. Penulis yang cerdik memungut metafora untuk menabrak definisi awam mengenai keganjilan kultur maupun ketimpangan sosial-ekonomi-politik, menggunakan tuturan menggelitik dan mengejutkan.

Ketika suatu kali dia ditanya seseorang, “Siapa makhluk terkejam di bumi?” Otaknya kontan menyisir jawaban. “Para Bankir!” Si penanya bingung, “Kenapa? Bukankah mereka tidak menyiksa?”. Mark enteng menukas, “Siapa bilang? Bankir adalah seorang  yang meminjamkan payungnya sewaktu hari cerah, lalu mendadak memaksa payung itu segera dikembalikan, beberapa menit sebelum hujan turun. Bukankah itu penyiksaan yang nyata?”

Benar, Mark! Kesengsaraan memang kerapkali diawali dari harapan yang dipatahkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s