Dele-Tempe

Ada sebuah peribahasa Jawa yang berbunyi, “isuk dele, sore tempe“. Tidak usah sinis dengan menganggap semboyan tersebut bermakna inkonsistensi. Bukan! Sama sekali bukan. Itu merupakan perlambang kedinamisan. Bahwa segala sesuatu niscaya berubah. Atas dasar prinsip tersebutlah, sejumlah kalangan di Indonesia mempertontonkan perilaku politiknya.

Mereka bisa berubah sikap kapan saja. Suatu saat mencerca dan menggugat. Lain waktu, memuja serta membela. Kini mendewakan, esok lusa menyetankan. Bahkan peralihannya bisa terjadi dalam waktu yang amat cepat. Dahsyat!

Tidak perlu bawa perasaan jika mendapati kalangan tadi marah atau menyanjung sesuatu di Internet. Biasanya sih, tidak lama lantas berubah. Jangan sebut ini plin-plan. Jangan! Maklumilah, sebagai upaya adaptasi. Lagipula, ketidakajegan tabiat inilah yang membuat bangsa-bangsa lain di muka bumi berdecak kagum, “Wong Indonesia kok dilawan!”

Sebab selain pelestari peribahasa Jawa di atas, sejumlah kalangan tadi juga ternyata pengamal lagu dari Mr. Big, masa 90an. “Goin’ where the wind blows…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s