Lingkaran Setan

​Fakta tak lagi dianggap penting, sebab orang-orang lebih membutuhkan berita yang disukai dan berpihak kepada mereka ketimbang mengudap warta yang dibalut bukti-bukti berimbang. Barangkali karena fakta atau kebenaran kolektif itu sering terasa menyakitkan dan tak selalu sejalan dengan harapan, maka banyak yang memilih untuk menjauhinya. Industri media yang sudah terlanjur babak belur dihantam gempuran internet, lantas menyambut kecenderungan itu. Supaya dapur tetap ngebul, berita-berita sensasional yang tidak jelas ujung pangkalnya dicecer sana-sini demi menaikkan jumlah kunjungan ke halaman website mereka. Pengguna sosial media internet turut andil menyebarkan. Tak jarang dengan menambahkan opini tanpa landasan informasi yang kokoh. Kepalsuan berlipat ganda, kesimpangsiuran dikembangbiakkan dengan liar. Akibatnya, ketidakpercayaan terhadap kredibilitas informasi pun meruyak. Kasak-kusuk tak bermakna limpah ruah di awang-awang. Satu sama lain berkelebat, mendesak orang untuk saling curiga. Menggoda sedemikian rupa hingga siapapun yang membaca gampang salah sangka. Sempurnalah lingkaran setan itu. Inilah serangkaian ironi, di zaman yang berjuluk era teknologi informasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s