Sukses

Konon, cita-cita paling populer di zaman kapitalistik ini adalah menjadi orang sukses. Keberhasilannya, tentu saja, diukur dengan peraihan harta terbanyak dan status sosial tertinggi. Tak mudah untuk mendapatkannya. Masing-masing orang harus bersaing habis-habisan, mengulang peristiwa masa baheula sewaktu milyaran sel sperma adu gesit berebut membuahi sel telur. Kalau perlu saling jegal dan injak. Persis perlombaan memanjat piramida. Siapapun pemenangnya, bakal menempatiĀ puncak penguasaan rantai makanan. Sedang yang kalah, mesti rela mengelus jidat yang jontor sembari meratapi nasib yang benjol-benjol. Demikianlah. Pada akhirnya, kesuksesan seseorang adalah kegagalan orang lain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s