Imajinasi

Cara berpikir biner memang cocok untuk komputer, tapi jika digunakan manusia, bakal muncul rentetan masalah serius.

Awalnya adalah tersingkirnya imajinasi yang mengakibatkan kesempitan pikiran dan perasaan. Segala sesuatu ditinjau dari penalaran yang dangkal dan ciut belaka. Sekadar benar-salah, untung-rugi, hitam-putih, menang-kalah. Sebatas itu. Tidak disediakan ruang bagi terlibatnya kemungkinan-kemungkinan. Lalu lahir imbas-imbas berikutnya. Peluang konflik membesar, sebab kian susutnya cakrawala argumentasi, pemahaman dan penerimaan terhadap apapun. Orang berlaku layaknya mesin atau robot yang tidak memerlukan kompleksitas pertimbangan sebelum bertindak. Mereka bergerak hanya sesuai prosedur yang kaku dan angker.

Imajinasi itu penting. Manusia bisa bergaul damai dengan sesama, karena masing-masingnya bertukar imajinasi positif. Saya menilai sampeyan sebagai orang baik, begitu pula sebaliknya, sampeyan menganggap saya sebagai orang yang tidak punya niat untuk melukai. Saat imajinasi-imajinasi tersebut bertemu, maka persapaan yang mengamankan satu sama lain, dapat terwujud.

Dengan imajinasi, hakim tidak terjebak pada pasal-pasal semata ketika mengambil keputusan dan tetap mengindahkan rasa kemanusian. Melalui imajinasi, pegawai negara tidak angkuh serta merasa berkuasa saat melayani masyarakat yang terjepit kesulitan, sebab ia mengandaikan diri suatu saat bakal mengalami masalah serupa. Berbekal imajinasi pulalah, pengguna media sosial internet berhati-hati dalam melemparkan komentar seraya menimbang aspek kepantasan, supaya tidak terjerumus dalam blunder yang menyakitkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s