Kejam

Seorang teman memutuskan untuk jadi vegetarian. Alasannya sederhana: dia tak tega melihat hewan dibunuh. Perutnya kontan mual dan perasaannya langsung sedih bila menjumpai bangkai. Dia mengungkapkan itu kepada saya, saat kami bertemu di sebuah toko waralaba. Demi menghindari dijuluki “tidak modern”, saya setujui saja seluruh pernyataannnya. Lagipula, tampaknya dia bersungguh-sungguh dengan keputusan tersebut. Bahasa tubuhnya terkesan tegas, airmukanya terasa meyakinkan. “Hewan-hewan itu disayang, bukan dibantai lantas dimakan! Manusia memang kejam!” ucapnya ketus, seraya berjalan menenteng semprotan pemberantas nyamuk, menuju meja kasir.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s