Ramalan

Usai melukar kardus kiriman yang baru saya ambil dari kantor pos kecamatan, seorang tetangga yang kebetulan sedang main ke rumah saya, kontan menegur. “Jangan percaya tahayul! Apalagi ramalan! Zaman sudah maju seperti ini masih saja membaca primbon! Syirik, lho!” Tangannya sigap meraih isi paket di pangkuan saya, sebuah buku primbon berbahasa Jawa Kuno. “Oh ya, kamu aries, kan? Pantas senang dengan hal-hal yang serba mistis!” Dia lantas menggeser kursi menghadap saya seraya bersiap menerangkan. “Begini ya, berdasar teori horoskop yang saya pelajari, orang aries itu … ” Suaranya mengalir seperti bendungan jebol. Sayangnya, serempak itu pula rasa kantuk yang sedemikian berat, tiba-tiba menyerang saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s