Pungji

Tidak semua pungutan bersifat liar. Beberapa diantaranya bahkan amat jinak dan digembalakan dengan baik oleh sejumlah pegawai negeri. Mereka menyebutnya sebagai bantuan penyelesaian urusan secara cepat. Pungli itu hanya untuk para pegawai licik yang kerap menjebak warga agar mau merogoh kocek saat mengurus perkara-perkara terkait layanan negara yang sebenarnya cuma-cuma. Golongan ini perlu diberantas, dipepet ruang geraknya, lewat spanduk-spanduk gagah bertuliskan “Tolak Pungli”. Berbeda dengan upaya para penggembala pungutan jinak itu yang justru meringankan warga supaya tidak perlu repot menjalani prosedur pelayanan negara yang njlimet. Sedemikian tulusnya, hingga mereka tak ingin uluran tangannya diketahui orang banyak. Mereka melakukannya dengan diam-diam seraya sembunyi. Barangkali karena enggan disebut pamer kebaikan. Sambil sigap memasukkan “uang alakadarnya yang tidak boleh disebut sogokan” dari warga ke saku terdalam, dia berbisik, “Ini antara kita saja lho, ya! Saya hanya berniat menolong!”. Sungguh penggembala yang mulia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s