Tinju

Pemilihan umum seperti pertandingan tinju. Usai menyaksikan baku hantam, penonton yang lelah lantas pulang ke rumah masing-masing dengan membawa kesan beragam. Sebagian masih menyimpan geram, selebihnya menyandang girang. Entah itu dipendam diam-diam atau dilampiaskan terang-terangan. Hari-hari selanjutnya, mereka kembali pada kesibukan yang acapkali membosankan. Dan para petinju yang pernah mereka gadang-gadang itu, tenggelam dalam ambisi-ambisinya seraya sengaja melupakan hiruk-pikuk pertarungan tempo hari. Namun setidaknya orang-orang itu pernah mengupayakan sesuatu, meski diteriakkan dalam pekik yang memekakkan telinga dan perbantahan konyol membabibuta demi mengunggulkan jagoan yang diusungnya. Walaupun berkali-kali tertipu sekaligus dikhianati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s