Nalar

Bahasa Indonesia menerjemahkan “common sense” dengan “akal sehat”, yang dimaksudkan sebagai pemahaman dasar atas sesuatu dan disepakati sebagian besar khalayak. Meski ini terjemahan kontekstual namun terasa aneh. Sebabnya, tidak ada patokan jelas mengenai kesehatan akal itu. Misal, seseorang membuat kalimat, “politik akal sehat”. Lantas, sehat versi siapa? Apakah versi buku-buku perkuliahan atau versi kelompok kepentingan tertentu yang dipihaki orang tersebut? Lagipula, lawan katanya juga lucu: “akal sakit”! Apakah sudah ada orang yang mampu mengendus gejalanya lalu bisa menyembuhkannya? Semacam Pakar kognisi, Dokter, Tabib atawa Dukun? Saya rasa, frasa yang cocok untuk menerjemahkan “common sense” adalah “nalar umum” atau “nalar awam”. Lebih mengena dan sesuai dengan maksud yang diinginkan, sebagaimana tertulis di atas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s