Perbedaan

Perbedaan itu tidak indah. Bahkan menyebalkan! Setidaknya, itu pendapat faktual kawan saya semasa kuliah belasan tahun silam, ketika dia diserang patah hati kronis, usai diputus kekasihnya dengan alasan, “Kita berbeda, Mas!”.

Hingga saat kami berkomunikasi kembali beberapa minggu lalu, dia masih teguh dengan pendapat tersebut. Malahan diimbuhinya, “Perbedaan itu nyebahi. Yang hebat-hebat hanya tafsirnya saja. Lantas dilebih-lebihkan lewat kutipan-kutipan di internet”. Saya tak menukas sepatah kata pun. Lagipula, tak elok membantah lelaki pengidap patah hati menahun yang mengakibatkan kejombloan hingga usia 40 tahun. Bisa berabe!

Namun, pendapat kawan saya itu ada benarnya. Tentu, aroma sinisnya perlu dikurangi agar simpatik. Misal, jika diubah menjadi: “Perbedaan itu biasa saja. Yang indah justru usaha manusia untuk memahaminya”. Lumayan, kan? Layak dijadikan pesan berantai di media sosial.

Kalau kawan saya tahu kalimatnya dibenahi seperti itu, dia pasti akan misuh, “Indah ndyasmu! Cuk! Gathel! Dobol!”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s